thgzd - Uang Rakyat
_
te ha ge ze. a to the ra to the fu to the ra
Manpulasi pedang kata
Dari balik bayang, kepalsuan bersinar,
Pejabat , semua pura-pura pemaaf tiada keluh,
Berhenti akan janji, terus bermain kotor,
Bukan untuk rakyatmu, itu semua untuk akun bank yang penuh, bro.
Kau ambil hak kami, di atas puing harapan,
Rakyat lapar, sementara kau sibuk bersembunyi di balik kursi kekuasaan,
Dengar suaraku tembus tembok ketidakadilan,
Kau tipu kami semua, kaulah kebohongan tiada berperasaan.
Katana kata, kata-kata kanan kiri,
Kau tersenyum manis, tapi hati kau beku, sepi,
Satu demi satu, kami bangun dari tidur,
Kau bisa kembali melompat, tapi kami siap tuk gempur.
Dari ujung pulau, kami takkan terdiam,
Rakyat menuntut haknya, meski kau bilang tak ada jalan,
Berharaplah pada tuhan, dan hargailah ketulusan,
Karena saat siap menghadapi itu, kau akan temui kehancuran.
Bijaksana waktu ini, tak butuh tempuh pedang,
Cacat jiwamu terlihat di setiap gadget yang kau genggam,
Masa depan kami cerah, meski kau coba menimbun gelap awan temaram,
Kami tak akan mundur, “Geser dari takhta,” itu sinyal jelas dan tajam.
Sambil pura-pura bijak, kau berjaya tersenyum basi,
Di balik angka dan semua, ada gelap yang kau sembunyi.
Matahari Papua bersinar, tapi kau tak jadi pelindung (tamat),
Anggaran daerah kau permainkan, berharap kami tidak melihat.
Dan setiap sen yang kau ambil, seperti racun dalam nektar,
Kau bilang ini untuk rakyat, namun Firaun siapa yang bertengger?
Posisimu tertangguh, tak lama lagi tersingkap hukum,
Kau pikir lembaran kertas bisa hancurkan harapan yang tak padam.
Kau tuangkan dana ke mimpi kosong, sambil tertawa sendiri,
Kami bangkit dan bersuara, mendobrak sunyi yang kau bikin.
Hebatmu adat cerita, tapi kisah nyata lebih pahit,
Saat pesona selesai, siapa yang tersisa di pintu, bisik?
Meja-meja dibangun di atas janji yang kau tipu,
hitungan suaramu palsu, tak terbukti hanya tipu.
Manipulasi papua yang kau mainkan, tak akan kami lupakan,
Kau mungkin jam ini berkuasa, namun waktumu kan ditenggelamkan.
Pontang-panting dalam ilusi, pemain anggaran yang dipuja,
Kami di sini berdiri, takkan pernah gusar dalam laga.
Kau boleh hitung bintang, tapi langit takkan kau kuasai,
Bijaksana bukan berarti lemah, di sini kami takkan mati!
@ album Q'LL42 | AudRec
@ 9999Rap
_
