thgzd - Exploit Koit
_
te ha ge ze. a to the ra to the fu to the ra
Eksploitasi dan Kebodohan
Oh, lihat sekeliling, semua janji palsu,
Dari hutan hijau ke ladang batu, tujuannya jelas,
Kau ambil tanah, kayu, dan emas tanpa henti,
Sementara anak-anak di sana bingung, terasing, hatinya tersakiti.
Berita palsu, oh, kau jual untuk kekuasaan,
Mengaku peduli, tapi bohong adalah senjata mu, bukan perlindungan.
Menghadapi layar kaca, berpura-pura peduli,
Tapi di balik itu, hutan kita terderai, tanpa sisi ampun.
Rakyatmu lapar, sementara kau terus bergembira,
Kau cukuri alam, biar hasilnya samudera cerita,
Dasar pembohong, tak ada hati nurani di dalam sana,
Membangun tembok tinggi, untuk uang, dan melupakan empat benua.
Jadilah bijak, desak dirimu untuk dengar sana,
Gemuruh jeritan dari hutan, jiwa yang berkelana,
Tak ada emas sebanding dengan pijarnya kehidupan,
Saat alam berbicara, dengarlah suara perlawanan.
Kau bicara tentang pembangunan, namun itu kebohongan,
Rakyatmu diadu, tak berdaya, terjebak terbungkam,
Teriakan kami, takkan kau bisa redam,
Karena kebangkitan, oh, hanya butuh nyala fanatisme yang berani, takkan padam.
Yo, lihat sekeliling, pahami perputaran,
Eksploitasi alam, sebuah kejahatan tanpa batas jalan,
Kau janji indah, tapi hanya labirin kebohongan,
Sukar dalam gelap, hanya omong kosong pembenaran.
Sadarkan mereka, berikan pencerahan,
Pelosok Papua tersesat, butuh kehadiran,
Kau gamparkan harapan, tirani penuh kepalsuan,
Kami bangkit, pecahkan rantai, barisan kebangkitan.
Gigi kakimu menghancurkan hutan baka,
Tapi tak akan bisa menutupi jejak langkah,
Kau pelan-pelan runtuhkan seluruh ekosistem ,
Di atas tubuh kami yang telah jadi korban sistem.
Sadarkan mereka, berikan pencerahan,
Pelosok Papua tersesat, butuh kehadiran,
Kau gamparkan harapan, tirani penuh kepalsuan,
Kami bangkit, pecahkan rantai, barisan kebangkitan.
Buka mata, garis bumi bergetar,
Cerita kami terkata, tapi kau tak mendengar,
Dengan ketidakadilan, kami isi lirik puisi,
Langit beri ku kekuatan, suara alam bersaksi bereaksi.
Outro:
Keberanian berapi-api, kami maju menggenggam sirih pinang sinara,
Sadarkan yang terlelap, saatnya untuk terbang membagi bara,
Bebaskan diri, kembalikan jiwa yang hilang,
runut cerita Papua menyatu, melawan jalan kelam.
@ album 89 | AudRec
_
